-terkenang Tumenggung Wiro Negoro-
Hampir saja,
buliran air mata meretas!
Betapa dirindukannya,
saat-saat ketika kasih sayang
seakan mengalir bagai air bah
tanpa pernah henti,
dan dari ujung jemari tangan
yang memancarkan prana,
pra -ana!
Juga tatapan mata berwarna,
yang hanya satu-satunya milikNya.
Sedang apakah Dia diatas sana?
Masihkah Dia menatap jauh ke bawah sini,
pada kami yang ternyata tak’kan pernah bisa
untuk melupakanNya!
Sampai jumpa ketika Moksah.
Sebelumnya,
biar kita bertukar rasa,
purnama ke tujuh, saat langit berkalang bintang!
Dan kita semua menunggang awan,
menghantarkan segala doa yang terbaik
ke tempat persemayaman para dewa,
dimana Eyang tengah berdiri tegar
dan berujar,
dengan para dewa yang mengelilingiNya,
khusuk mendengarkanNya!
——————————————– greatgangga-12/13/2007 2:50 am – selamat jalan Eyang Mantik..we love uÂ